Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau mengalami koreksi tipis pada pembukaan perdagangan Selasa pagi ini. Mata uang Garuda tercatat melemah sebesar 12 poin atau setara 0,07 persen ke posisi Rp17.223 per dolar AS dari penutupan sebelumnya.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh kembalinya sentimen menghindari risiko di pasar global. Hal tersebut terjadi akibat ketidakpastian proses perdamaian di Timur Tengah, terutama menyangkut hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Laporan terkini menyebutkan bahwa indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik di tengah ketegangan tersebut. Kondisi ini diperparah oleh kabar bahwa pihak Amerika Serikat kemungkinan besar tidak akan menerima usulan perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada hari Senin guna membahas proposal diplomatik dari Teheran. Pertemuan penting di Gedung Putih ini berlangsung di tengah upaya intensif untuk menghidupkan kembali dialog pasca kegagalan negosiasi selama beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, Trump dikabarkan merasa tidak puas dengan poin-poin dalam proposal Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menawarkan pengakhiran blokade di jalur perairan vital tersebut, namun mereka tetap bersikeras tidak ingin membahas program nuklir mereka saat ini.
Teheran sebelumnya sudah menolak permintaan Washington untuk menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium dengan alasan hak hukum internasional. Ketegangan semakin meningkat karena Trump tetap pada pendiriannya yang menuntut penghentian total program nuklir serta penyerahan uranium yang telah diperkaya.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa menerima usulan Iran saat ini bisa dianggap sebagai kegagalan politik bagi Trump. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai Iran sebenarnya serius ingin mencapai kesepakatan, namun tetap menekankan pencegahan senjata nuklir sebagai syarat mutlak.
Usulan Iran tersebut mencakup pembukaan jalur pelayaran sebagai imbalan atas pencabutan blokade ekonomi dan penghentian konflik bersenjata dengan sekutu AS. Namun, Teheran berniat menunda pembahasan mengenai program nuklir yang lebih luas ke tahapan negosiasi di masa depan.
Upaya perdamaian sebelumnya di Islamabad pada 11 April lalu juga menemui jalan buntu dan gagal mengakhiri perang yang pecah sejak Februari. Padahal, pembicaraan tersebut dilakukan setelah adanya masa gencatan senjata selama dua minggu yang sempat dimediasi oleh pihak Pakistan.
Situasi diplomatik semakin meragukan setelah Trump membatalkan rencana keberangkatan utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, menuju Pakistan. Kendala utama dalam perundingan ini masih berkisar pada status Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran, serta masa depan industri nuklir negara tersebut.
Akibat berbagai faktor geopolitik tersebut, pergerakan mata uang rupiah hari ini diprediksi akan terus mengalami fluktuasi di zona merah. Para analis memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak pada rentang harga antara Rp17.150 hingga Rp17.300.
Statistik Nilai Tukar Rupiah
| Indikator Kurs | Nilai / Posisi |
|---|---|
| Nilai Tukar Selasa Pagi | Rp17.223 per dolar AS |
| Penutupan Sebelumnya | Rp17.211 per dolar AS |
| Selisih Pelemahan (Poin) | 12 Poin |
| Persentase Pelemahan | 0,07% |
| Prediksi Rentang Harian | Rp17.150 - Rp17.300 |