Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat sebesar 18 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp17.211 pada perdagangan hari ini. Pergerakan positif ini menunjukkan tren perbaikan dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.229 per dolar AS.
Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, menjelaskan bahwa penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif mengenai rencana pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dijadwalkan tiba di Islamabad untuk membahas kelanjutan negosiasi setelah sempat mengalami kegagalan pada awal pekan.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya proposal baru dari pihak Iran guna membuka kembali akses di Selat Hormuz serta mengakhiri konflik yang terjadi. Langkah diplomatik ini diharapkan mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi militer di kawasan tersebut yang sempat memanas beberapa waktu lalu.

Ketegangan sebelumnya memuncak setelah Iran merilis rekaman pasukannya saat menyita kapal kargo, yang mengakibatkan gangguan signifikan pada jalur navigasi pengiriman minyak global. Ibrahim menyoroti bahwa blokade di Selat Hormuz sangat krusial karena jalur ini biasanya melayani distribusi sekitar seperlima dari total produksi minyak dunia.
Saat ini Washington menghadapi tantangan besar dalam mengamankan jalur tersebut, mengingat hanya lima kapal yang tercatat melintas dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Di sisi lain, data Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat penguatan tipis ke level Rp17.277 dari angka Rp17.278 per dolar AS pada hari sebelumnya.
Data Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
| Indikator Kurs | Nilai Sebelumnya | Nilai Terbaru | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kurs Penutupan Pasar | Rp17.229 | Rp17.211 | Menguat 18 Poin (0,10%) |
| Kurs JISDOR BI | Rp17.278 | Rp17.277 | Menguat 1 Poin |